![]() |
Gambar ilustrasi Pinterest |
Kita ketahui semua bahwa indonesia adalah penduduk mayoritas muslim dan para pejabatnya juga mayoritas muslim.
Namun Fenomena rendahnya gaji para pengajar tersebut bertolak belakang dengan semangat mengembangkan pendidikan di peradaban islam zaman duli . Padahal, guru memegang peran yang sangat vital dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.
di masa Kerajan islam Abbasiyyah, kesejahteraan para guru sangat diperhatikan oleh pemerintah kala itu, Orang yang Menyandang Guru Pada masa itu diberikan gaji yang bisa dibilang sangat besar jika dibandingan dengan gaji para guru saat ini yang memprihatinkan .
Sebelum kepemimpinan Abbasiyah Gaji Guru sudah Sangat di perhatikan dengan jumlah yang begitu besar .Namun, gaji fantastis terhadap para pengajar dicurahkan pada masa Daulah Abbasiyyah.
Gaji tersebut diberikan baik kepada para guru yang mendidik para putra khalifah maupun tenaga pengajar di masyarakat.
Perlu diketahui bahwa jumlah gaji tersebut sangat besar jika dikonservasi ke dalam mata uang sekarang.
Pada masa Harun Al-Rasyid, upah tahunan rata-rata untuk penghapal Al-Qur’an, penuntut ilmu, dan pendidik umum mencapai 2.000 dinar. Sementara periwayat hadits dan ahli fiqih mendapatkan dua kali lipatnya, yaitu 4.000 dinar.
Menurut Ahamed Kameel, dalam Islamic Gold Dinar : The Historical Standard menyebutkan bahwa kurs 1 dinar sama dengan 4,25 gram emas murni dan kurs 1 dirham sama dengan 2,975 gram perak murni. (Ahamed Kameel Mydin Meera, Islamic Gold Dinar : The Historical Standard, International Journal of Islamic Economics and Finance, vol. 1, No. 1, 2018).
Sebagai gambaran konversi, jika menghitung harga emas per gram hari ini sekitar ( Rp. 1,320.000 Harga Buyback per 18 desember 2024 ) maka besaran gaji rata-rata pendidik umum di masa Harun Al-Rasyid adalah 11,22 miliar per tahun, sedangkan pengajar spesialis hadits dan fiqih adalah 22,44 miliar rupiah per tahun. Jumlah yang tentunya sangat fantastis.
Nah, Indonesia Mayoritas Muslim Namun Praktek Kesetaraan dan Kesejahteraan Guru di Indonesia Masih Memprihatinkan Khususnya Guru Honorer, Guru Madrasah dan Guru Ngaji.
Nah, Bagaimana Menurut anda Para Sobat Naratawa ?
(Ez/naratawa)
Baca Juga di Google News