Iklan

Iklan feed

,

Iklan

Alasan Produk China Berani Membabat Produk Lokal dengan Harga Sangat Murah ! Naratawa

Naratawa
Rabu, 29 Januari 2025, Januari 29, 2025 WIB Last Updated 2025-01-30T03:57:15Z
Naratawa.id- Produk China seringkali lebih murah dibandingkan produk lokal karena beberapa faktor yang saling terkait. Bahkan, terkadang harga produk china lebih gila dalam menurunan harga.

Berikut adalah penjelasan detailnya:

1. Biaya Tenaga Kerja yang Rendah


Upah Minimum yang Lebih Rendah :

Upah minimal di China umumnya lebih rendah dibandingkan di banyak negara lain, termasuk Indonesia yang mama kita ketahui Upah Minimal di Indonesia sekitar 3 Juta sampai 4 jutaan , China lebih rendah , Hal ini memungkinkan perusahaan untuk memproduksi barang dengan biaya tenaga kerja yang lebih murah dan lebih banyak kemungkinan untuk lebih banyak dalam kuantitas produksi.

Pasokan Pekerja China Melimpah :

China memiliki populasi yang besar, sehingga stok dan pasokan tenaga kerja melimpah. 

Ini menekan upah pekerja dari luar China dan memungkinkan perusahaan untuk mempekerjakan banyak pekerja dengan biaya rendah, karna pekerja murni 100% penduduk cina .

2. Skala Produksi Besar


Volume Produksi Tinggi :

China dikenal sebagai salah satu Negara Produsen Terbesar karena kemampuannya memproduksi barang dalam volume yang sangat besar. 

Skala produksi yang besar ini mengurangi biaya per unit karena biaya tetap (seperti mesin dan infrastruktur) dapat dibagi ke lebih banyak unit produk.

Efisiensi Produksi : 

Banyak pabrik di China telah mengadopsi dan lebih beralih ke teknologi dan sistem produksi yang sangat efisien, sehingga mengurangi biaya produksi, misalnya seperti simtem angkut dan pembongkaran barang sudah memakai teknologi AI sehingga bisa menekan biaya karyawan dan efisiensi waktu.

3. Subsidi Pemerintah


Dukungan Pemerintah : 

Pemerintah China sering memberikan subsidi kepada industri manufaktur, seperti bantuan energi, transportasi, atau insentif pajak. Hal ini membantu menurunkan biaya produksi.

Dari salah satu sumber bahwa pemerintah china mampu mensubsidi industri 20% sampai 30% bahkan sebagian industri ada yang di bebaskan pajak.

Infrastruktur yang Maju :

China memiliki infrastruktur logistik dan transportasi yang sangat berkembang, yang mengurangi biaya pendistribusian barang produksi.

4. Integrasi Rantai Pasokan


Ketersediaan Bahan Baku :

China memiliki akses mudah ke bahan baku yang dibutuhkan untuk produksi, baik dari dalam negeri maupun melalui impor yang efisien. Ini mengurangi biaya bahan baku, seperti yang kita tahu bahwa China Merupakan Negara yang paling mumpuni untuk memproduksi bahan mentah sehingga ruang impor sangat kecil.

Klaster Industri : 

Banyak industri di China terkonsentrasi di daerah tertentu, menciptakan klaster industri yang memudahkan akses ke pemasok, komponen, dan layanan pendukung. Hal ini meningkatkan efisiensi dan mengurangi biaya.

5. Mata Uang yang Terkendali


Kebijakan Nilai Tukar : Pemerintah China memiliki kebijakan yang memengaruhi nilai tukar yuan (mata uang China) agar tetap kompetitif di pasar global. Ini membuat produk China lebih murah ketika diekspor.

Perlu anda tahu bahwa China Memiliki dua mata Uang ( Reminbi dan Yuan ) 

Mengutip Investopedia, mata uang Cina terdiri dari dua nama yaitu Yuan Cina (CNY) dan Renminbi (RMB). Renminbi sendiri adalah nama mata uang resmi Cina, sedangkan Yuan adalah penyebutan satuannya. Hal itu tentu berbeda dengan Indonesia yang memiliki mata uang bernama Rupiah dan satuan nominal juga Rupiah.

Sehingga China selalu melakukan Printing Money Yuan yang relatif besar sesuai kebutuhan sektor produksi .

7. Kompetisi Tinggi di Pasar Domestik


Persaingan domestik yang Sengit :
Di China, persaingan antarprodusen sangat tinggi. Untuk bertahan, perusahaan sering menekan harga serendah mungkin.

8. Ekspor Berorientasi Volume


Strategi Ekspor Massal :

Banyak perusahaan China fokus pada ekspor dalam volume besar dengan margin keuntungan yang kecil per unit. Strategi ini memungkinkan mereka menawarkan harga yang lebih rendah.

9. Kurangnya Biaya Penelitian dan Pengembangan :


Produk Tiruan atau Reverse Engineerin:

Beberapa produk China adalah hasil reverse engineering atau tiruan dari produk asing, sehingga bisa menekan biaaya penelitian dan inovasi, Maka Sehebat Apapun Produk Kompetitor China Siap Meniru.

Fokus pada Produk Standar :

Banyak produk China dirancang untuk memenuhi standar dasar, bukan untuk inovasi tinggi, sehingga mengurangi biaya pengembangan.

Bisa kita liat di lapangan yang di produksi oleh china adalah produk standart tapi menjadi kebutuhan konsumen , karna pada dasarnya kosumen akan mencari produk sesuai kebutuhan bukan berdasarkan Luxury .

10. Dumping Harga


Strategi Pasar Agresif dan Disteuptor : Terkadang, perusahaan China menjual produk di bawah biaya produksi (dumping) untuk merebut pangsa pasar di negara lain. Ini adalah strategi jangka pendek yang membuat harga produk China sangat murah.

Dampak pada Produk Lokal


Produk lokal seringkali lebih mahal karena :


• Biaya tenaga kerja yang lebih tinggi.
• Skala produksi yang lebih kecil.
• Beban pajak dan regulasi yang lebih ketat.
• Ketergantungan pada impor bahan baku atau komponen.

Kesimpulan


Harga produk China yang lebih murah adalah hasil dari kombinasi faktor-faktor seperti biaya tenaga kerja rendah, skala produksi besar, dukungan pemerintah, dan efisiensi rantai pasokan. Namun, penting untuk mempertimbangkan juga dampak kualitas, keberlanjutan, dan etika dalam membandingkan produk China dengan produk lokal.


(Ez/naratawa)
Baca Juga di Google News

Iklan ads