Naratawa.id - Berinteraksi dengan orang yang sok cerdas bisa menjadi tantangan tersendiri. Mereka cenderung mendominasi percakapan, menyelipkan pendapat yang terdengar pintar, atau bahkan meremehkan orang lain untuk menunjukkan keunggulan mereka.
Kondisi ini dapat membuat suasana menjadi tidak nyaman dan memengaruhi hubungan sosial.
Tentunya tidak sedikit kita menemukan orang seperti itu , pandai menjelaskan panjang kali lebar namun sebenarnya pengetahuan nya tidak sedalam itu .
Berikut Cara Menghadapi Orang Sok Cerdas :
Tetap Tenang dan Santai
Jangan terprovokasi. Tunjukkan bahwa Anda percaya diri tanpa merasa terancam oleh komentar mereka. Diam kadang adalah respons terbaik.
Berikan Pujian Terus Menerus
Alih-alih memperdebatkan, coba beri apresiasi: "Kamu kelihatan benar-benar tahu banyak soal itu." Kadang, ini justru membuat mereka berhenti merasa perlu membuktikan diri.
Giring denhan Pertanyaan agak Mendalam
Jika mereka terlalu pamer, tanyakan hal-hal detail atau teknis yang mungkin tidak mereka pahami. Misalnya, "Itu menarik, bisa jelaskan lebih dalam soal ini , Mungkin ada lebih tau lebih luas ?" Hal ini sering membuat mereka gugup jika sebenarnya mereka tidak terlalu memahami topik tersebut.
Selalu Ajukan Pertanyaan balik secara Aktual
Ubah arah pembicaraan ke hal yang lebih relevan atau santai. Contoh: "Itu bagus, tapi menurutmu bagaimana kita bisa menerapkannya dalam situasi sehari-hari?"
Mungkin dengan pertanyaan seperti di atas akan memutar otak lagi untuk mejelaskan secara aktual tentang apa yang dia jelaskan panjang.
Tunjukkan Kerendahan Hati
Jika Anda tahu topiknya, jangan pamer balik. Justru tanggapi dengan bijak dan sederhana. Orang yang benar-benar cerdas tidak perlu membuktikan diri.
Tanggapi dengan Tetap Rasional
Jika argumen mereka salah atau berlebihan, sampaikan fakta dengan tenang tanpa terkesan merendahkan. Contoh: "Hmm, sepertinya saya pernah membaca penelitian yang mengatakan hal berbeda, bagaimana menurutmu?"
Tutup dengan Elegan
Jika pembicaraan mulai melelahkan, akhiri dengan sopan. "Wah, obrolan ini menarik sekali, tapi saya harus lanjut ke urusan lain."
Yang penting adalah tidak terjebak dalam sikap defensif atau kompetitif. Tunjukkan bahwa Anda lebih fokus pada diskusi bermutu daripada drama.
( Ez/naratawa)
Baca Juga di Google News