![]() |
Gambar Ilustrasi Pinterest |
Di kutip dari World Economic Forum Kecerdasan Buatan penuh dengan kontradiksi. Kecerdasan buatan merupakan alat yang hebat, tetapi juga sangat terbatas dalam hal kemampuannya saat ini.
Meskipun memiliki potensi untuk meningkatkan kehidupan manusia, pada saat yang sama kecerdasan buatan juga mengancam akan memperlebar jurang sosial dan membuat jutaan orang kehilangan pekerjaan.
Meskipun cara kerjanya sangat teknis, orang-orang yang tidak paham teknologi di antara kita dapat dan harus memahami prinsip dasar tentang cara kerjanya - dan berbagai masalah yang ditimbulkannya.
Seiring meluasnya pengaruh dan dampak AI, akan sangat penting untuk melibatkan orang-orang dan para ahli dari berbagai latar belakang yang mungkin untuk memandu teknologi ini dengan cara meningkatkan kemampuan manusia dan menghasilkan hasil yang positif.
Kecerdasan Buatan (AI) dan Pekerjaan .
Mempersiapkan masa depan tanpa pekerjaan manusia memerlukan lebih dari sekadar memenuhi kebutuhan finansial dasar.
Apakah kecerdasan buatan akan menggantikan pekerjaan Anda? Sementara beberapa laporan menunjukkan hampir setengah dari semua pekerjaan dapat diotomatisasi, analisis lain mencatat dua nuansa penting.
Analisa Pertama :
AI menciptakan sekaligus menggantikan pekerjaan, Sistem AI masih membutuhkan manusia untuk mengembangkannya, menangani kasus-kasus nonrutin, memberikan sentuhan manusia, dan memantau kegagalan.
Teknologi baru terkadang juga dapat menciptakan pekerjaan yang sama juga baru, seperti influencer media sosial.
Analisa yang kedua :
bahwa setidaknya untuk masa mendatang sistem AI hanya akan dapat mengambil alih tugas-tugas tertentu daripada seluruh pekerjaan.
Satu laporan memperkirakan bahwa sementara 60% dari semua pekerjaan memiliki setidaknya beberapa tugas saja yang dapat diotomatisasi, hanya 5% yang terancam otomatisasi/di ambil alih total oleh Ai .
Mengulik sedikit tentang AI , salah satu sektor yang juga terdampak adalah sektor pendidikan, melihat dari perkembangan evolusi AI semakin banyak Platform AI yang berbasis penulisan Artikel dan Karya ilmiah lainnya .
Mungkin bagi pendidik yang masih di lokasi pedesaan Platform ini masih jauh dari akses jadi Mereka. Namun, di daerah perkotaan sudah ramai mengunakan Platform AI terutama Mahasiswa untuk menyelasaikan tugas Kuliah nya .
Nah, dari fenomena ini bagaimanakah sektor pendidikan akan mengkonsep pendidikan tetap secara Proporsional dalam budaya yang kental dalam nalar berfikir kritis, inovatif, kretif dan kredibel ?
( Ez/naratawa)
Baca Juga di Google News