Ada sebuah tempat yang tidak terindikasi dari hinggar binggar kericuhan duniawi.
Ada Sebuah tempat yang menjajikan intelektual dan moralitas yaitu PP. Kramat.
Tempat itu pernah aku jajaki 2006 - 2022 , waktu yang tidak singkat namun tidak terlalu lama, Masa Kecil Hingga dewasa tumpah ruah dedikasi yang tak terhingga.
Sebuah Tempat di daerah pesisir desa kramat namanya , di situ ku temui sebuah bilik dan lorong waktu yang misteri .
Ya , misteri sungguh misteri ..
Mendekap tapi tak berjabat tangan, Menaungi tapi tak berawan, memberikan pelukan yang hangat namun itu bukan pelukan ibu, memberikan cahaya ketenangan namun dia bukan malaikat , Penuh Aturan Namun dia Bukan Polisi.
Tempat Itu sangat Efisiensi dalam waktu hingga semua temanku bingung di jam berapa harus tidur, Pagi sampai malam di tuntut untuk melakukan sebuah aktifitas seakan - akan jarum jam pun ingin aku patahkan agar tidak berdetak lagi , selalu ingin istirahat pulas .
Usia terus berlanjut, Namun saya masih ada di tempat yang sama , di tempat itu aku bertemu dengan sosok - sosok regligius tepat nya di sekolah Madrasah Nidhomiyah, Beliau Mengajar ikhlas nya patut di perbincangkan dan patut menjadi tauladan, meskipun timbal balik secara materi tidak sebanding, beliu tetap semangat tetap aktif dan tetap lantang menjelaskan materi - materi Kitab yang dia bawa.
Waktu yang sempit, keadaan yang sulit beliau tetap hadir untuk melihat kami, meskipun kami terkadang tidak tau diri.
Sebuah Pesantren yang tidak lepas dari dimensi salafnya , sebuah pesantren yang melekatkan betul sebuah tradisi salaf dalam setiap kurikulumnya .
Tradisi dan nuansa itu sampai sekarang tidak berubah sedikitpun, hebatnya lagi kurikukum salaf dan Moderen nya tetap berimbang dengan sebuah misi ( Mencetak santri yang intelek dan intelek yang santri )
Tempat itu bukan lagi hanya sekedar bilik tempat saya berteduh, namun tempat itu menjadi dermaga yang siap mencetak sebuah kapal dan pengemudi yang tangguh untuk membelah badai.
Dalam perjalanan saya yang singkat ternyata tempat itu ada sejak belanda masih menjajah indonesia atau berdiri sebelum indonesia merdeka oleh Sosok Relegius dan ' Alim KH. Abdul Karim Bin Thoyyib Bin Qodhi namanya .
129 Tahun Ponpes Kramat tetap tangguh di usia yang tidak muda lagi , Mungkin sudah Jutaan alumni yang sudah berlayar di dermaga ini , Jutaan Intelektual , Jutaan Tokoh di rilis yang sudah mengemudi dengan kapal yang tangguh dari dermaga ini.
Namun, Meskipun saya bukan bagian dari pengemudi kapal yang tangguh dari dermaga ini, saya tetap bangga sudah pernah ada di dermaga ini.
Terima kasih kepada Ponpes Kramat di Usia 129 th ini , Hanya satu kata untuk mu " TERBAIK "
(Ez/Naratawa)
Baca Juga di Google News