Iklan

Iklan feed

,

Iklan

Tidak Jago Pamer ! Memiliki Kekayaan 24 Trilyun, Pemilik Kosmetik Wardah , Nur Hayati Subakat

Naratawa
Senin, 10 Maret 2025, Maret 10, 2025 WIB Last Updated 2025-03-10T10:30:17Z
Nur Hayati Subakat, CEO Paragon Corp

Naratawa.id - Kosmetik wardah siapa yany tidak kenal dengan brand ini ? adalah salah satu brand kecantikan lokal terbesar di Indonesia yang dikenal dengan konsep kosmetik halal. Namun, tak banyak yang tahu siapa sosok di balik kesuksesan brand ini.

Nurhayati Subakat, seorang apoteker asal Sumatra Barat, berhasil mengubah industri kecantikan di Indonesia dengan visi dan kerja kerasnya. 
Dari memulai bisnis rumahan hingga membangun perusahaan kosmetik besar di bawah PT Paragon Technology and Innovation (PTI), perjalanannya penuh dengan tantangan dan inspirasi.

Tak hanya sukses secara bisnis, Nurhayati juga dikenal sebagai sosok rendah hati yang tidak mudah, bahkan tidak pernah untuk memamerkan kekayaannya, meski kini masuk dalam daftar miliarder Indonesia.

Nurhayati Subakat lahir pada 27 Juli 1950 di Padang Panjang, Sumatra Barat. Sejak kecil, ia dikenal sebagai anak yang cerdas dan tekun. Dia pun diterima di Institut Teknologi Bandung (ITB), di mana ia mengambil jurusan Farmasi dan lulus pada 1975 sebagai salah satu lulusan terbaik.

Nurhayati Subakat lahir pada 27 Juli 1950 di Padang Panjang, Sumatra Barat. Sejak kecil, ia dikenal sebagai anak yang cerdas dan tekun. Dia pun diterima di Institut Teknologi Bandung (ITB), di mana ia mengambil jurusan Farmasi dan lulus pada 1975 sebagai salah satu lulusan terbaik.

Setelah lulus, ia memulai kariernya sebagai apoteker di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) M. Djamil, Padang. Namun, setelah menikah pada 1978, ia pindah ke Jakarta dan bekerja di perusahaan kosmetik internasional Wella sebagai staf pengendalian mutu.

Pengalamannya di industri ini menumbuhkan keinginannya untuk berwirausaha dan menciptakan produk sendiri. Pada 1985, dengan modal yang terbatas, Nurhayati mendirikan usaha rumahan bernama Pusaka Tradisi Ibu.

Produk pertamanya adalah sampo merek Putri, yang dipasarkan ke salon-salon di Jakarta. Dengan kerja keras, bisnisnya berkembang pesat, dan lima tahun kemudian, ia membangun pabrik pertamanya di Kawasan Industri Cibodas.

Namun, ujian besar datang ketika rumah beserta home industry yang telah ia rintis mengalami kebakaran hebat pada April 1990. Alih-alih menyerah, Nurhayati memilih untuk bangkit kembali. 

Keputusan ini menjadi titik balik dalam kariernya karena pada 1995, ia meluncurkan brand kosmetik halal pertama di Indonesia, Wardah.

Wardah didirikan dengan visi menciptakan produk kecantikan yang halal, berkualitas, dan sesuai dengan kebutuhan perempuan Indonesia. 

Nurhayati Subakat telah menginspirasi banyak orang dengan dedikasinya di industri kecantikan. Namanya tercatat dalam daftar 25 Pebisnis Perempuan Paling Berpengaruh di Asia versi Forbes Asia pada 2018. Kekayaannya yang diperkirakan mencapai Rp24 triliun adalah hasil dari kerja keras selama puluhan tahun.

Sejak awal, Nurhayati memastikan produknya dikembangkan melalui riset mendalam, dengan melibatkan para ahli dan dermatologis.

Kesuksesan Wardah membuka jalan bagi Nurhayati untuk mengembangkan merek-merek lainnya. 
Di bawah naungan PT Paragon Technology and Innovation (PTI), perusahaan tersebut menaungi sembilan brand kecantikan yang menyasar berbagai segmen pasar dengan karyawan kurang lebih 14.000 karyawan :

Wardah - Kosmetik halal pertama dan terbesar di Indonesia

Make Over - Kosmetik profesional untuk makeup artist dan beauty enthusiast

Emina - Kosmetik untuk remaja dengan konsep fun dan youthful

Kahf - Brand perawatan pria dengan konsep halal

Laboré - Produk perawatan kulit berbasis dermatologi

Biodef - Produk perawatan berbasis teknologi antipolusi

Instaperfect - Kosmetik premium untuk tampilan high-performancem

Crystallure - Produk skincare premium berbasis inovasi sains

Putri - Produk perawatan rambut untuk salon

Sekarang kita tau brand Wardah Market Sales nya jadi raja Kosmetik di bawah naungan Paragon Corp yang didirikan oleh Nurhayati Subakat . 

(Ez/naratawa)
Baca Juga di Google News

Iklan ads